2012/12/21

Sejarah Trinitas

Trinitas adalah doktrin dari beberapa aliran Kristen yang ada pada saat ini yakni Gereja Ortodox, Katolik Roma dan juga Protestan. Trinitas sendiri berasal dari dua kata yakni Tri dan Unity yang artinya Tiga dalam satu. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Tertulianus yang merupakan salah satu Bapa Gereja kuno pada abad ke 2 Masehi,.

Sebenarnya Doktrin Trinitas baru sah dijadikan sebagai doktrin resmi pada saat Konsili Nicea pada tahun 325 dimana Kaum Trinitas memenangkan debat kusir menghadapi Kaum Unitarian yang dipimpin oleh Arius dengan ajarannya yang disebut dengan Arianisme. Hasil Konsili masih diperdebatkan hingga sekarang karena hanya 318 Uskup yang datang dari yang seharusnya 1800.

Konsili Nicea diadakan oleh Kaisar Constantin yang khawatir dengan banyaknya rakyatnya yang menjadi Kristen namun dengan berbagai aliran. Contohnya Arianisme, Trinitas, Marsionis, Ebionit, Messianik Yahudi dan juga gereja gereja Gnostik lainnya. Banyaknya aliran Kristen ketika itu terjadi karena tidak adanya Peng-Kanonan Kitab seperti saat ini, dan teknik pengajarannya masih berupa mulut ke mulut. 

Kaisar Constantin khawatir dengan banyaknya aliran yang ada dalam Agama Kristen yang mungkin akan menyebabkan adanya perpecahan dalam kekaisaran, oleh sebab itu dia menyuruh seluruh Uskup dan juga Paus untuk melaksanakan konsili Nicea demi menetapkan doktrin yang sah dalam agama Kristen.  

Debat kusir pun berlangsung, topik yang diperbicangkan adalah masalah ketuhanan Yesus Kristus dan Roh Kudus serta peng-Kanonan Kitab Suci yang sah. Setelah berdebat sekian lama, maka diadakanlah yang namanya voting dimana hanya dua orang yang tidak menyetujui kalau Yesus adalah Tuhan yakni Eusebius(walau pada akhirnya menjadi seorang trinitarian setelah meminta maaf) dan juga Arius, sang pencetus ajaran Arianisme.

Hasil konsili menetapkan bahwa Trinitas adalah doktrin yang sah dipakai dalam umat Kristen di seluruh dunia, di luar itu disebut bidaah, mengenai PengKanonan kitab suci atau Bibel, menetapkan bahwa Arius harus diasingkan dan dikutuk oleh gereja serta membakar semua buku yang menyatakan kalau Yesus itu bukan Tuhan yang dikarang sendiri oleh Arius. Menurut catatan sejarah, Arius sempat akan dimaafkan oleh gereja, namun sebelum acara pemulihan digelar, Arius mendadak mati. Kaum agamawan banyak yang mengatakan kalau dia dikutuk oleh Tuhan. Namun banyak juga yang mengatakan kalau Arius mati diracun oleh kaum trintarian.

Hal ini menjadi sebuah dilema karena mayoritas Umat Kristen ketika itu adalah penganut Arianisme dan penganut Trinitarian itu lebih sedikit. Hal ini membuat gereja memutuskan bahwa Umat Kristen yang berada dalam wilayah Kekaisaran dan  tidak mengikuti aliran yang sah yakni Trinitarian harus dihukum mati. Karena ancaman tersebut, kaum Arianisme banyak yang lebih memilih kabur ke Spanyol yang tidak dikuasai oleh Romawi. 

Oleh sebab itu, Arianisme banyak berkembang di Spanyol bahkan membentuk Uskup dan Gereja sendiri hingga akhirnya Pasukan Arab Islam datang menginvasi Spanyol pada abad ke-7 dan memaksa kaum Unitarian untuk masuk Islam, yang menolak ada yang dibunuh dan ada juga yang diasingkan ke tempat tempat tertentu.

Rakyat Roma yang menganut Polytheisme juga dipaksa masuk Kristen dan yang menolak dianggap kafir dan harus dibunuh. Oleh sebab itu orang Roma banyak yang berbondong bondong masuk ke Agama Kristen.

Kaisar Constantin sendiri baru masuk Kristen ketika menjelang ajal menjemputnya. Dan akhirnya Kaisar Constantin I adalah Kaisar pertama yang memperbolehkan Kristen hidup di Roma dan bahkan menjadikan Kristen sebagai agama negara serta menjadi Kaisar Roma pertama yang Kristen.

Ya, sekian sejarah mengenai aliran Kristen Trinitas .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar